Prosedur Penerbitan SKCK

Release 1

Budaya yang semakin berkembang serta kehidupan masyarakat yang semakin kompleks jika dikaitan dengan adat dan istiadat sangat sulit untuk digabungkan. Namun tidak di Bali, walaupun perkembangan budaya yang semakin pesat tidak menghilangkan budaya dan tradisi yang dipegang teguh oleh warganya. Hal itu dapat dilihat dari kehidupn mayarakat adat di Bali yang masih sangat kental dengan budaya dan adat istiadat yang dijaga dan dilestarikan. Budaya yang telah hidup dalam masyarakat adat sangat sulit dirubah karena budaya dan tradisi yang mereka terima merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang mereka.

 

Kompleksnya kehidupan masyarakat di Bali membuat pemerintah daerah membuat aturan tersendiri tentang tata organisasi kelembagaan yang berifat adat di Bali. Selain tata Pemerintahan Nasional di bali juga terdapat lembaga adat yang khusus membidangi masalah adat. Dalam struktur kelembagaan masyarakat terendah dikenal adanya desa pakraman. Desa pakraman adalah kesatuan masyarakat hukum adat di Provinsi Bali yang mempunyai satu kesatuan tradisi dan tata krama pergaulan hidup masyarakat umat hindu secara turun temurun dalam ikatan kahyangan tiga atau kahyangan desa yang mempunyai wilayah tertentu dan harta kekayaan sendiri serta berhak mengurus rumah tangganya sendiri. Desa pakraman di Propinsi Bali yang tumbuh dan berkembang sepanjang sejarah selama berabadabad, telah memberikan kontribusi yang sangat berharga diberbagai aspek kehidupan masyarakat dan pembangunan. Keberadaan dan kemajuan Bali, dewasa ini tidak terlepas dari peran strategis desa pakraman di Bali. Bali yang dikenal dengan sebutan pulau dewata dan sebutan lainnya seperti Island of Paradise, Island of Peace, Island of Love dikenal karena adat dan istiadatnya yang kental dan dilestarikan.

Perkembangan tersebut membawa masyarakat Bali dalam tataran kehidupan yang semakin komples sehingga permasalahan yang terjadipun semakin beraneka ragam. Banyak masalah yang sebenarnya bukan masalah adat namun dikaitkan dengan adat. Ada berbagai macam konfik yang terjadi yang menyangkut adat di Bali mulai dari faktor internal, antar desa pakraman, maupun eksternal.

Jika dikaitkan dengan konflik adat yang terjadi antara Desa Adat Kemoning dengan Desa Adat Budaga ini masuk dalam konflik adat yang terjadi antar desa pakraman. Hal ini bisa terjadi karena perbedaan persepsi tentang otonomi desa dan desa mawacara. Desa mawacara adalah peraturan yang dibuat oleh pemerintah untuk menjadikan desa terebut sebagai desa pakraman. Namun jika dilihat dari kasus yang terjadi konflik tersebut  bersumber dari masalah pribadi yang dibawa ke desa pakraman.

 

 

We have 199 guests and no members online