Bali

Kasat Intelkam Polres Klungkung Hadiri High Level Meeting TPID Antisipasi Nyepi dan Idul Fitri 2026.

Polres Klungkung — Kasat Intelkam Polres Klungkung AKP I Dewa Ketut Abdi, S.Sos. menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Klungkung yang dilaksanakan di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, (12/3).

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga serta menjaga stabilitas stok bahan pokok menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri Tahun 2026.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari unsur pemerintah daerah dan instansi terkait, di antaranya Bupati Klungkung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kasubsi Perdata Kejaksaan Negeri Klungkung, Kasat Intelkam Polres Klungkung, Danramil Nusa Penida Kodim 1610 Klungkung, perwakilan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Klungkung, Kepala Gudang Perum Bulog Kabupaten Klungkung, Inspektur Daerah Kabupaten Klungkung, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Dalam sambutannya, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Klungkung selama ini telah melakukan koordinasi secara intensif dalam menjaga kestabilan stok dan harga komoditas bahan pangan pokok masyarakat, khususnya komoditas yang menjadi penyumbang inflasi.

Ia juga menjelaskan bahwa tantangan pengendalian inflasi di Kabupaten Klungkung tidak hanya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan fluktuasi harga komoditas, namun juga tingginya biaya transportasi distribusi bahan pangan menuju wilayah Kepulauan Nusa Penida yang kerap memicu terjadinya perbedaan harga antara wilayah daratan Klungkung dan kawasan kepulauan.

“Melalui kegiatan High Level Meeting TPID ini diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi dalam merumuskan langkah-langkah strategis pengendalian inflasi daerah, khususnya untuk menjaga ketahanan pangan serta menekan disparitas harga bahan pokok antara Klungkung daratan dan wilayah Kepulauan Nusa Penida,” ujar Bupati Klungkung.

Sementara itu, dalam sesi pemaparan dan capacity building, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menjelaskan bahwa Kabupaten Klungkung merupakan daerah pariwisata, khususnya di wilayah Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Kondisi tersebut menyebabkan permintaan bahan pangan tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga dari wisatawan.

Selain itu, karakteristik wilayah kepulauan menyebabkan biaya distribusi logistik pangan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, program subsidi ongkos angkut yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Klungkung dinilai sebagai langkah strategis dalam menekan ketimpangan harga komoditas di wilayah kepulauan.

Dalam pemaparannya juga disampaikan bahwa Kabupaten Klungkung saat ini belum memiliki Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pangan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung kebijakan pengendalian harga, misalnya sebagai offtaker hasil panen atau pengembangan sistem resi gudang guna menjaga stabilitas harga pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *