Bali

Polres Klungkung Gelar Jumat Curhat di SMP Negeri 3 Kutampi Nusa Penida, Jawab Langsung Pertanyaan Siswa.

Polres Klungkung – Polres Klungkung kembali melaksanakan program Jumat Curhat sebagai sarana komunikasi dan interaksi langsung dengan masyarakat, kali ini menyasar kalangan pelajar SMP Negeri 3 Kutampi, Nusa Penida, Klungkung.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Klungkung, antara lain Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Kasat Narkoba, Kasat Binmas, Kabag SDM, Kasi Propam, dan Kasi Humas Polres Klungkung. Hadir pula Wakapolsek Nusa Penida bersama para Kanit, Bhabinkamtibmas Desa Kutampi, serta Kepala Sekolah beserta dewan guru SMP Negeri 3 Kutampi.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kutampi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Klungkung atas kesediaannya hadir di sekolah. Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai isu-isu aktual seperti bahaya narkoba, kenakalan remaja, fenomena aksi demonstrasi, hingga pengetahuan tentang aturan berkendara yang baik.

Dalam sesi tanya jawab, siswa-siswi menyampaikan sejumlah pertanyaan menarik, di antaranya terkait fenomena demo, proses masuk menjadi anggota Polri, persoalan minimnya penerangan jalan di Nusa Penida, aturan mengenai bullying verbal, hingga sikap polisi terhadap anak-anak yang ugal-ugalan di jalan raya.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak warga negara, namun tidak boleh dilakukan secara anarkis. Ia juga menepis isu yang beredar di masyarakat tentang masuk polisi dengan biaya tertentu.

“Proses rekrutmen Polri tidak dipungut biaya. Yang paling penting adalah kesiapan diri sejak dini, baik dari sisi akademik, psikologi, kesehatan, maupun mental. Semua informasi resmi bisa diakses melalui website Polri,” jelasnya.

Terkait fenomena bullying verbal, AKP Reno menegaskan bahwa hal tersebut termasuk dalam bentuk kekerasan psikis yang dilarang hukum. “Jika terjadi di sekolah, sebaiknya diselesaikan lebih dulu di lingkungan sekolah. Namun jika tidak bisa, Kepolisian siap menindaklanjuti laporan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Nusa Penida, AKP Sang Ketut Susila, menyoroti persoalan pelanggaran lalu lintas yang banyak dilakukan kalangan remaja.

“Kami selalu menegur pengendara yang ugal-ugalan di jalan raya. Namun peran guru dan pihak sekolah juga penting untuk memberi pemahaman sejak dini, agar siswa tidak menjadi pelanggar lalu lintas,” ujarnya.

Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, Polres Klungkung berharap siswa-siswi dapat lebih memahami aturan hukum, meningkatkan kesadaran akan bahaya kenakalan remaja, serta menumbuhkan kedekatan dengan aparat kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *